20
Mei
08

Yang Lepas dari Grup Salim: BCA

Akibat krisis moneter 1998, ada sekian banyak perusahaan tulang punggung Grup Salim yang terpaksa dilepas. Salah satunya adalah BCA. Berikut ini adalah riwayat singkat kepemilikannya.

Bank BCA
Pemilik Pengendali (Mayoritas) Sekarang : Grup Djarum (51%)
Nama Resmi Sekarang : PT Bank Central Asia, Tbk.
Lini Bisnis Utama : Jasa Keuangan, Perbankan
Status : Perusahaan Terbuka, terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia, dulu BEJ=Bursa Efek Jakarta)
Riwayat Singkat kepemilikan :
1957 : Didirikan dengan nama Bank Central Asia NV. Saham 100% milik Grup Salim hingga 1998.
1998 : Masuk ‘rumah sakit bank’, BPPN karena terpaan badai krisis moneter. 92,8% saham dikuasai Pemerintah melalui BPPN, Salim Grup masih memegang 7,2%.
2000 : Dianggap telah sehat kembali oleh BPPN dan berubah menjadi perusahaan terbuka (Tbk.) dengan menawarkan 22,5% saham kepada publik melalui IPO.
2001 : 10% saham kembali dijual ke publik. Sisa saham pemerintah menjadi 60,3%.
2002 : 51% saham BPPN dibeli Grup Djarum melalui Farindo Investment (Mauritius) Limited
2004 : BPPN kembali melepas 1,4% sahamnya kepada investor domestik
2005 : Pemerintah melalui PPA melepas sisa 5,02% saham.
2007 : Per 31 Desember 2007. Grup Djarum tetap menjadi pemilik pengendali (mayoritas). Rinciannya adalah sebagai berikut:

FarIndo Investments (Mauritius) Ltd qualitate qua (qq) Farallon Capital Management LLC, Sdr. Bambang Hartono dan Sdr. Robert Budi Hartono *) – 51,15%
Anthony Salim – 1,76%
Masyarakat (Pemegang Saham Publik) – 46,72%
Saham yang dibeli kembali oleh PT Bank Central Asia Tbk (treasury stock) – 0,37%


2 Responses to “Yang Lepas dari Grup Salim: BCA”


  1. 1 Chin Liong
    Februari 6, 2009 pukul 11:08 pm

    Saya adalah salah satu orang biasa & tidak terkenal ( bahkan sangat biasa ). Mohon disampaikan kepada Soedono Salim, Anthoni Salim, dan juga pemilik ( owner Djarum, ma’af, saya tidak tahu nama pemilik Djarum ) bahwa saya sangat mengagumi mereka semua. Maju jaya Salim Grup, Djarum, dan juga semua pengusaha Tionghoa Indonesia. Ayo, maju terus!!!! Jangan mau kalah dengan Bakrie!!!! Walaupun Bakrie didukung oleh pemerintah & bebas melakukan korupsi, saya yakin, Anda2 Liem Swie Liong, owner Djarum, Gudang garam, Eka Cipta, dkk pasti bisa mengungguli Bakrie. Gong Xi Fat Choi!!!! Saya kagum & bangga dengan para konglomerat2 tionghoa!!!!! BRAVOOO!!!!!

  2. 2 mdtaher
    April 16, 2009 pukul 9:31 pm

    saya juga pengagum konglomerat tionghoa, cuma saya tidak rasialis, dengan menyebut ras pribumi dan ras tionghoa. Kita cukupkan saja mind teror ini, hapus semua memori pribumi dan tionghoa.

    Bagaimana untuk ke depannya kita sebut mereka dengan konglomerat INDONESIA. Hidup Indonesia, pribumi dan tionghoa sama2 hidup di bumi Indonesia, kita sama2 cari makan. Tidak ada beda antara tionghoa dan pribumi di mata Tuhan. Toh kita sama2 ciptaanNya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: