Arsip untuk Mei, 2008

29
Mei
08

150 Orang Terkaya Indonesia 2008 Versi Majalah Globe Asia

150 Terkaya Indonesia Tahun 2009

Majalah Globe Asia Edisi June 2008 (Volume 2 Number 6) mempublikasikan 150 Daftar Orang Terkaya Indonesia. Membandingkan dengan tahun 2007, terdapat kenaikan total kekayaan dari US$ 46,6 Miliar menjadi US$ 69,3 Miliar. Rata-rata juga mengalami kenaikan dari US$ 311 Juta menjadi US$ 448 Juta. Pada posisi puncak, seperti yang sudah diduga, dipegang oleh Aburizal Bakrie dengan kekayaan mencapai US$ 9,2 Miliar sedangkan posisi buncit (#150) adalah adik tiri mantan Presiden Soeharto, Probosutejo, dengan nilai US$ 66 Juta.

Setelah majalah ini dipublikasikan banyak media massa yang menyimpulkan Aburizal Bakrie adalah orang terkaya di Asia Tenggara, dengan merujuk pada laporan majalah Forbes Asia mengenai 40 orang terkaya di beberapa negara Asia, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina. Dari data ini, Robert Kuok (orang terkaya di Malaysia ‘hanya’ memiliki kekayaan US$ 7,6 Miliar dan orang terkaya di Singapura, Ng Teng Fong, ‘hanya’ memiliki asset US$ 6,7 Miliar.

Tetapi Forbes Asia Edisi June 2, 2008, yang mempublikasikan 40 orang terkaya Malaysia menginformasikan bahwa Kekayaan Robert Kuok telah menggelembung menjadi US$ 10 Miliar. Artinya posisi #1, Ical kembali digusur oleh Taipan Malaysia ini! :)

Bagi yang penasaran, disampaikan daftar lengkapnya di bawah ini.

1. Aburizal Bakrie, 61 Tahun, Bakrie Group, US$ 9,2 Milyar.
2. Budi Hartono, 67, Djarum, US$ 6,8 Milyar.
3. Eka Tjipta Widjaja, 85, Sinar Mas, US$ 3,8 Milyar.
4. Sudono Salim, 93, Salim Group, US$ 3,04 Milyar.
5. Putera Sampurna, 60, Sampoerna Capital, US$ 2,42 Milyar.
6. Rachman Halim, 61, Gudang Garam, US$ 2 Milyar.
7. Sukanto Tanoto, 58, Raja Garuda Mas, US$ 1,43 Milyar.
8. Eddy William Katuari, 57, Wings Group, US$ 1,21 Milyar.
9. Prajogo Pangestu, 57, Barito Pasific, US$ 1,2 Milyar.
10. Murdaya Poo, 67, Berca, US$ 1,1 Milyar.

141. Rahmat Gobel, 45, Gobel International, US$ 80 Juta.
142. Husein Sutjiadi, 54, Davomas, US$ 80 Juta.
143. Kaharudin Ongko, 71, Ongko Group, US$ 78 Juta.
144. Johannes Siegfried, 43, Deli Indah Perkasa, US$ 75 Juta.
145. Rachmat Mulia Suryahusada, 59, Bank Bumi Artha, US$ 75 juta.
146. Supramu Santosa, 60, Star Energy, US$ 75 Juta.
147. Husen Lumenta, 63, Himalaya Tunas Texindo, US$ 71 Juta.
148. Shanti Posposoetjipto, 60, Ngrumat Bondo Utomo, US$ 68 Juta.
149. Awong Hidjaja, 57, Panasia Indosyntec, US$ 67 Juta.
150. Probosutejo, 78, Mercu Buana Group, US$ 66 Juta.

Lainnya bisa dilihat disini.

20
Mei
08

Yang Lepas dari Grup Salim: BCA

Akibat krisis moneter 1998, ada sekian banyak perusahaan tulang punggung Grup Salim yang terpaksa dilepas. Salah satunya adalah BCA. Berikut ini adalah riwayat singkat kepemilikannya.

Bank BCA
Pemilik Pengendali (Mayoritas) Sekarang : Grup Djarum (51%)
Nama Resmi Sekarang : PT Bank Central Asia, Tbk.
Lini Bisnis Utama : Jasa Keuangan, Perbankan
Status : Perusahaan Terbuka, terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia, dulu BEJ=Bursa Efek Jakarta)
Riwayat Singkat kepemilikan :
1957 : Didirikan dengan nama Bank Central Asia NV. Saham 100% milik Grup Salim hingga 1998.
1998 : Masuk ‘rumah sakit bank’, BPPN karena terpaan badai krisis moneter. 92,8% saham dikuasai Pemerintah melalui BPPN, Salim Grup masih memegang 7,2%.
2000 : Dianggap telah sehat kembali oleh BPPN dan berubah menjadi perusahaan terbuka (Tbk.) dengan menawarkan 22,5% saham kepada publik melalui IPO.
2001 : 10% saham kembali dijual ke publik. Sisa saham pemerintah menjadi 60,3%.
2002 : 51% saham BPPN dibeli Grup Djarum melalui Farindo Investment (Mauritius) Limited
2004 : BPPN kembali melepas 1,4% sahamnya kepada investor domestik
2005 : Pemerintah melalui PPA melepas sisa 5,02% saham.
2007 : Per 31 Desember 2007. Grup Djarum tetap menjadi pemilik pengendali (mayoritas). Rinciannya adalah sebagai berikut:

FarIndo Investments (Mauritius) Ltd qualitate qua (qq) Farallon Capital Management LLC, Sdr. Bambang Hartono dan Sdr. Robert Budi Hartono *) – 51,15%
Anthony Salim – 1,76%
Masyarakat (Pemegang Saham Publik) – 46,72%
Saham yang dibeli kembali oleh PT Bank Central Asia Tbk (treasury stock) – 0,37%

19
Mei
08

Perusahaan-Perusahaan yang lepas dari genggaman Salim Grup

Krisis moneter 1998 telah mebuat ciut kerajaan bisnis Grup Salim, ada sekian banyak perusahaan tambang emasnya yang terpaksa dilego ke Pemerintah. Beberapa diantaranya adalah :

1. Bank BCA. Sekarang dikuasai oleh Grup Djarum, melalui Farallon Capital (51% Saham).
2. Indomobil. Sekarang dipegang oleh PT Cipta Sarana Duta Perkasa.
3. Indocement. Saham mayoritasnya sekarang dimiliki oleh Heidelberg Cement AG, Germany (65,14%)
4. Salim Plantation. Sejak tahun 2000 sudah berpindah tangan ke Kumpulan Guthrie Malaysia (sekarang sudah merger dengan Sime Darby Berhad).
5. Indosiar. Dijual oleh BPPN ke PT TDM Asset Management.
6. Sugar Group. Terdiri atas empat perusahaan, beralih kepemilikan ke PT Garuda Pancaarta.

18
Mei
08

Grup Salim : Kembali Berjaya setelah sempat Terpuruk

Siapa yang tidak kenal Soedono Salim, pendiri kerajaan bisnis Salim Grup yang sangat digdaya di masa pemerintahan Orde Baru Soeharto?

Tahun 1998, hampir bankrut akibat krisis ekonomi dan kejatuhan sohibnya. Tidak kurang 108 perusahaan dari lebih 550 gurita konglomerasinya harus diserahkan ke Pemerintah c.q. Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN), gara-gara tidak mampu mengembalikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 52 Triliun.

Yang diserahkan termasuk perusahaan mesin uangnya seperti Indocement, Bank BCA, Indomobil, Salim Plantation, perusahaan2 industri gula dan Indosiar. Yang masih dipertahankan antara lain adalah Indofood dan Bogasari.

Akibat rumahnya di Gunung Sahari Jakarta dirusak massa pada tahun 1998, Sudono Salim nampaknya enggan kembali ke Indonesia dan memilih menetap di Singapura.

Kebangkitan Salim Grup tidak lepas dari kerja keras anak bungsunya, Anthoni Salim. Setelah mendapat surat lunas hutang tahun 2004 dari Pemerintahan Megawati, Indofood makin berjaya dengan merambah pasar Internasional. Bisnis kelapa sawit dan gula dimasuki kembali melalui Salim Invomas dan pabrik2 gula di Sumatera Selatan. Selain di Indonesia gerakan bisnis internasionalnya dikendalikan melalui First Pacific yang berpusat di Hongkong.

Sebagaimana yang disampaikan majalah Warta Ekonomi, asset Salim Grup diperkirakan mencapai Rp 39,4 Triliun, berada pada urutan ke-6 konglomerat Indonesia. Sedangkan Anthoni Salim sendiri merupakan orang terkaya ke-11 di Indonesia.

17
Mei
08

40 Orang Indonesia Terkaya Setelah 10 Tahun Reformasi

Majalah Tempo 12-18 Mei 2008 edisi khusus 10 tahun Reformasi (1998-2008), menyorot jatuh dan bangun [lagi] konglomerat Indonesia. Ada beberapa pemain baru yang muncul, tidak kurang yang bangkrut tergerus badai ekonomi 1998. Tetapi kesimpulan Tempo, para Taipan masih pemain lama. Kalau mau meminjam istilah Arifin Panigoro, sebut saja 4L: Lu Lagi, Lu Lagi. Apa juga termasuk Bang Arifin? :lol:

Beberapa bulan sebelumnya, majalah Forbes sudah mendeklarasikan 40 orang terkaya di Indonesia 2007, dimana Aburizal Bakrie berada di puncak menyalip orang terkaya 2006, Sukanto Tanoto. Padahal tahun 2006, ahli waris utama group Bakrie dan juga Menko Kesra kabinet SBY masih bercokol di posisi 6.

Jika ada yang penasaran inilah daftar lengkapnya:

1. Aburizal Bakrie dan keluarga (5,4 miliar dolar AS)
2. Sukanto Tanoto (4,7 miliar AS)
3. R Budi Hartono (3,14 miliar dolar AS)
4. Michael Hartono (3,08 miliar dolar AS)
5. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga (2,8 miliar dolar AS)
6. Putera Sampoerna dan keluarga (2,2 miliar dolar AS)
7. Martua Sitorus (2,1 miliar dolar AS)
8. Rachman Halim (1,6 miliar dolar AS)
9. Peter Sondakh (1,45 miliar dolar AS)
10.Eddy William Katuari (1,39 miliar dolar AS)
11. Anthoni Salim & keluarga (1,3 miliar dollar AS)
12. Mochtar Riady & keluarga (950 juta dollar AS)
13. Murdaya Poo (900 juta dollar AS)
14. Arifin Panigoro & keluarga (880 juta dollar AS)
15. Hary Tanoesoedibjo (815 juta dollar AS)
16. Trihatma Haliman (790 juta dollar AS)
17. Sjamsul Nursalim & keluarga (550 juta dollar AS)
18. Chairul Tanjung (450 juta dollar AS)
19. Paulus Tumewu (440 juta dollar AS)
20. Prajogo Pangestu (420 juta dollar AS)
21. Soegiharto Sosrodjojo & keluarga (335 juta dollar AS)
22. Sutanto Djuhar & keluarga (350 juta dollar AS)
23. Hadi Surya 345 juta dollar AS)
24. Aksa Mahmud (340 juta dollar AS)
25. Harjo Sutanto & keluarga (315 juta dollar AS)
26. Soegiarto Adikoesoemo & keluarga (310juta dollar AS)
27. Husein Djojonegoro & keluarga (305juta dollar AS)
28. Kartini Muljadi (260 juta dollar AS)
29. Edwin Soeryadjaya (250 juta dollar AS)
30. Jusuf Kalla (230 juta dollar AS)
31. Tan Kian (225 juta dollar AS)
32. Ciputra (205 juta dollar AS)
33. Bambang Trihatmodjo (200 juta dollar AS)
34. George & Sjakon Tahija (195 juta dollar AS)
35. Kris Wiluan (185 juta dollar AS)
36. Eka Tjandranegara & keluarga (170 juta dollar AS)
37. Alim Markus & keluarga (140 juta dollar AS)
38. Husein Sutjiadi (135 juta dollar AS)
39. Jakob Oetama (130 juta dollar AS)
40. Boenjamin Setiawan (120 juta dollar AS)

Kurs yang digunakan adalah Rp 9.100/USD. Dengan demikian Ical & keluarga (posisi #1) ditaksir memiliki harta sekitar Rp 49,14 Triliun, sedangkan dibontot Boenjamin Setiawan Rp 1,092 Triliun.

Nah tinggal tentukan posisi anda ada dimana? :lol: